<<<<<***********PANTUN CINTA***********>>>>>

Di atas kertas putih ‘tlah ku tulis tentang engkau
di atas pasir putih senyummu amat memukau

Pagi ini amat sejuk paling enak minum kopi
pada debur kau meliuk cantikmu memikat hati

Kalau kita makan roti jangan lupa tambah selai
meskipun kamu berlari tetap saja ‘kan ku buai

HARAP ANDA INGAT




Mutiara Hati Seorang Ibu


anak-ku...
aku tahu hatimu menagis
meneriakan sebuah panggilan untukku
..... ibu dimana aku bisa kembali menatapmu!?!

anak-ku ...
aku berharap kamu tidak akan pernah tahu
hatiku teramat perih... anak-ku

.... bahkan teramat perih

keadaan yang membuat kita terpisah
merejam sukma raga aku ibumu...

tapi percayalah anak-ku
selama tata surya masih ada menemanimu
doaku kelak dirimu bahagia anak-ku....

PETUAH



(1)*Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya.
*Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya.
(2)*Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi.
(3)*Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
(4)*Tak ada orang yang terlalu miskin sehingga tidak bisa memberikan pujian.
*Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya.
(5)*Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.
(6)*Seorang konsultan psikologi paling jenius sekalipun tidak lebih mengerti tentang pikiran dan keinginan kita lebih daripada diri kita sendiri.
(7)*Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas.

puisi



berjuta bintang yang menemani
hari demi hari bulan mencapai kesempurnaan
bersinar dan berseri dikala bulan bersinar terang

namun kini bulan t'lah ternoda
berkubang air mata dan dosa
bintang pun menjauh pergi
dikala bulan membutuhkan
sinar bulan meredup penuh dengan kekecewaan
janji bintang tuk s'lalu menemani kini t'lah diingkari


bulan malu menampakkan diri
bersembunyi dibalik awan hitam
awan hitam meneteskan air
seolah awan ikut berduka atas semua yang menimpa bulan